OKU TIMUR – Demi menjaga keselamatan dan kewaspadaan dini masyarakat dari ancaman bencana banjir, Polsek Martapura Polres OKU Timur rutin melakukan pemantauan debit air di bantaran Sungai Komering, tepatnya di daerah rawan banjir wilayah Perjaya, Kecamatan Martapura. Kegiatan monitoring berlangsung Senin (11/05/2026) sekira pukul 10.00 WIB hingga selesai.
Tim pemantau dipimpin oleh Aiptu Andisar, S.H, didampingi Aipda Kurnain, S.H dan Bripka Marselly W, SE. Personel turun langsung ke lokasi untuk mengukur ketinggian air, memantau arus aliran, serta mengecek jarak batas air dengan pemukiman warga. Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan debit air Sungai Komering saat ini masih berada dalam batas ambang normal dan aman, belum menyentuh atau mengancam hunian warga yang berada di pinggiran sungai.
Selain itu, curah hujan di wilayah hukum Polsek Martapura mayoritas turun pada sore hingga malam hari, dan belum menyebabkan kenaikan volume air yang signifikan. Berdasarkan koordinasi dengan pihak Bendungan Perjaya serta data dari Pos Pantau Damarpura, Kabupaten OKU Selatan, tercatat ketinggian air saat ini berada di angka 122,10 cm — masih jauh di bawah batas siaga banjir yang ditetapkan di angka 123,00 cm. Jika nantinya mencapai angka tersebut, maka seluruh wilayah bantaran sungai di Kecamatan Martapura akan segera ditetapkan dalam status siaga.
Sebagai langkah antisipasi berkelanjutan, Polsek Martapura menerapkan sejumlah upaya strategis, antara lain patroli dan pemantauan berkala, menjalin komunikasi intensif antara personel piket, Intelkam, Bhabinkamtibmas dengan perangkat desa, pengelola bendungan, serta instansi terkait. Personel juga terus menyampaikan himbauan melalui perangkat desa agar warga berhati-hati saat beraktivitas di pinggir sungai, serta mengawasi anak-anak agar tidak bermain di tempat berbahaya.
Kapolsek Martapura melaporkan kegiatan ini kepada Kapolres OKU Timur, menegaskan bahwa pemantauan akan terus dilakukan setiap saat mengingat perubahan cuaca yang bisa memengaruhi kondisi aliran sungai. “Kami pastikan data ketinggian air selalu terpantau agar kami dan warga bisa bersiap lebih awal jika ada perubahan kondisi. Keselamatan warga adalah prioritas utama kami,” ujarnya.
Perkembangan kondisi debit air selanjutnya akan terus dilaporkan secara berkala, guna menjamin kesiapsiagaan dan keamanan masyarakat dari potensi bencana hidrometeorologi.