Beranda / Uncategorized / Polsek Martapura Lakukan Pemantauan SPBU: Antrean BBM Subsidi Terpantau, Situasi Tetap Kondusif

Polsek Martapura Lakukan Pemantauan SPBU: Antrean BBM Subsidi Terpantau, Situasi Tetap Kondusif

MARTAPURA – Satuan Polisi Sektor (Polsek) Martapura, Polres Ogan Komering Ulu (OKU) Timur melaksanakan kegiatan patroli dan pemantauan langsung ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah hukumnya, Minggu (5/7/2026). Giat dilakukan untuk memantau situasi antrean pasokan bahan bakar minyak serta menjaga ketertiban di lapangan.

Bertindak selaku pemimpin kegiatan, Kapolsek Martapura Kompol Hariyanto, SH memerintahkan Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan, Unit Intelijen dan Pengamanan, serta petugas piket fungsi untuk meninjau langsung kondisi lima titik SPBU mulai pukul 11.30 hingga 12.40 WIB.

Berdasarkan hasil pengecekan:

  • SPBU 23.321.57 (Desa Tanjung Aman, Kelurahan Pasar Martapura): Hanya melayani Pertamax; Pertalite dan Solar masih dalam proses pengiriman.
  • SPBU 23.321.63 (Jalan Lintas Desa Kotabaru Induk): Melayani Pertamax, Pertalite, dan Solar.
  • SPBU 24.130 (Jalan Lintas Desa Kotabaru Selatan): Melayani Pertamax dan Pertalite; Solar masih dalam pengiriman.
  • SPBU 24.321.170 (Jalan Lintas Desa Tanjung Kemala Barat): Hanya melayani Pertamax; Pertalite dan Solar masih dalam pengiriman.
  • SPBU 24.321.58 (Kelurahan Sungai Tuha): Stok Pertamax tersedia namun belum beroperasi; Pertalite dan Solar masih dalam pengiriman.

Dari pemantauan, antrean kendaraan masih terlihat di SPBU Desa Kotabaru Induk, Tanjung Kemala Barat, dan Sungai Tuha, khususnya di jalur pengisian Pertalite dan Solar. Fenomena ini disebabkan kenaikan harga Pertamax per 10 Juni 2026 dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, sehingga masyarakat lebih memilih mengisi bahan bakar jenis subsidi. Selain itu, lokasi SPBU yang berada di jalur strategis Jalan Lintas Tengah Sumatera turut mempengaruhi kepadatan kendaraan.

Personil di lokasi turut melakukan pendekatan serta edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan (panic buying). Warga yang hadir mayoritas membutuhkan Pertalite dan Solar, sementara permintaan Pertamax Turbo, Pertamina Dex, maupun Dexlite relatif rendah.

Pihak pengelola SPBU juga menyampaikan bahwa pengiriman pasokan dari Pertamina berjalan normal sesuai permintaan, dan berharap ke depannya tidak terjadi pengurangan alokasi stok.

“Secara keseluruhan situasi pengisian bahan bakar di wilayah Martapura berjalan aman, tertib, dan kondusif. Perkembangan selanjutnya akan kami laporkan kembali,” tegas Kapolsek Martapura.

Dokumentasi kegiatan terlampir bersama laporan resmi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *