Beranda / Uncategorized / Pantau Antrean BBM, Polsek Martapura Lakukan Edukasi Agar Warga Tidak Panik Beli

Pantau Antrean BBM, Polsek Martapura Lakukan Edukasi Agar Warga Tidak Panik Beli

OKU Timur – Guna memantau situasi dan mengantisipasi keributan, jajaran Polsek Martapura Polres OKU Timur melaksanakan patroli dan pengecekan sistem di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada di wilayah hukumnya, Selasa (23/6/2026) pagi hari.

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Martapura, Kompol Hariyanto, SH, dimulai pukul 09.00 WIB hingga 10.45 WIB bersama personel SPK, Intelkam, dan piket fungsi. Dari hasil pengecekan di lima titik SPBU, ditemukan kondisi ketersediaan bahan bakar yang bervariasi. Sebagian besar SPBU menyediakan Pertamax, namun stok Pertalite dan Solar di beberapa lokasi masih kosong dan dalam proses pengiriman.

Pengamatan menunjukkan antrean kendaraan masih terjadi di SPBU Desa Kotabaru Induk, Tanjung Kemala Barat, dan Sungai Tuha, khususnya di jalur pengisian Pertalite dan Solar. Hal ini dipicu oleh kenaikan harga Pertamax per 10 Juni 2026 dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, sehingga masyarakat lebih memilih mengisi bahan bakar bersubsidi yang harganya lebih terjangkau.

Di lokasi, petugas memberikan pendekatan, edukasi, dan himbauan kepada pengendara agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan yang dapat memicu kepanikan. Dijelaskan pula bahwa pasokan bahan bakar dari Pertamina ke seluruh SPBU di wilayah Martapura berjalan normal sesuai permintaan. Pihak pengelola SPBU juga berharap agar stok pengiriman ke depannya tetap terjaga tanpa pengurangan.

“Kami hadir di lapangan untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif, serta memberikan pemahaman kepada warga agar tidak panik. Pasokan masih ada dan akan terus diupayakan kelancarannya,” ujar Kompol Hariyanto.

Hingga akhir pemantauan, situasi di seluruh SPBU terpantau aman, tertib, dan tidak terjadi insiden yang meresahkan. Kegiatan ini akan terus dilakukan secara berkala guna memantau perkembangan situasi di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *