
OKU TIMUR – Demi memastikan keamanan dan kewaspadaan dini masyarakat dari ancaman banjir, Polsek Martapura Polres OKU Timur kembali melakukan pemantauan debit air Sungai Komering di wilayah rawan Desa Tanjung Aman, Kecamatan Martapura. Kegiatan monitoring dilakukan pada Selasa malam (12/05/2026) sekira pukul 21.00 WIB hingga selesai.
Tim yang diturunkan beranggotakan Aipda Dendi dan Brigpol Fredi, turun langsung ke lokasi bantaran sungai untuk mengecek ketinggian air, arus aliran, serta jarak batas air dengan pemukiman warga. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, debit air Sungai Komering saat ini masih berada dalam batas ambang normal dan aman, belum menyentuh maupun mengancam hunian warga di pinggiran sungai. Selain itu, curah hujan di wilayah hukum Polsek Martapura mayoritas turun pada sore hingga malam hari, namun belum menyebabkan kenaikan volume air yang signifikan.
Hasil koordinasi dengan pihak Bendungan Perjaya serta data dari Pos Pantau Damarpura, Kabupaten OKU Selatan, menunjukkan ketinggian air saat ini berada di angka 122,00 cm — masih aman dan jauh di bawah batas siaga banjir yang ditetapkan pada angka 123,00 cm. Jika nantinya ketinggian air mencapai angka tersebut, maka seluruh wilayah bantaran sungai di Kecamatan Martapura akan segera ditetapkan dalam status siaga banjir.
Sebagai langkah antisipasi berkelanjutan, Polsek Martapura menerapkan sejumlah upaya strategis: melakukan patroli dan pemantauan berkala siang maupun malam hari; menjalin komunikasi intensif antara personel piket, Intelkam, Bhabinkamtibmas dengan perangkat desa, pengelola bendungan, dan instansi terkait; serta terus menyampaikan himbauan agar warga berhati-hati saat beraktivitas di pinggir sungai, khususnya mengawasi anak-anak agar tidak bermain di tempat berbahaya.
Kapolsek Martapura melaporkan kegiatan ini kepada Kapolres OKU Timur, menegaskan bahwa pemantauan akan terus dilakukan secara rutin mengingat perubahan cuaca yang bisa memengaruhi kondisi aliran sungai sewaktu-waktu. “Kami pastikan data ketinggian air selalu terpantau akurat, agar kami dan warga bisa bersiap lebih awal jika ada perubahan kondisi. Keselamatan dan keamanan warga dari ancaman bencana adalah prioritas utama kami,” ujarnya.
Perkembangan kondisi debit air selanjutnya akan terus dilaporkan secara berkala, guna menjamin kesiapsiagaan maksimal dan keamanan masyarakat dari potensi bencana hidrometeorologi.