
OKU Timur – Mengantisipasi potensi banjir yang mengancam pemukiman warga di bantaran sungai, Polsek Martapura jajaran Polres OKU Timur rutin melaksanakan pemantauan dan monitoring debit air di sepanjang aliran Sungai Komering. Kegiatan ini dilakukan pada Senin (08/06/2026) mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, dengan fokus utama di daerah rawan banjir yakni kawasan Tanjung Aman, Kecamatan Martapura.
Tim pemantauan dipimpin oleh Aiptu Dedi Harianto dan Aipda Dendi yang turun langsung ke lokasi guna melihat kondisi terkini muka air sungai serta kondisi lingkungan sekitar pemukiman warga. Selain memantau langsung di lapangan, pihak Polsek juga melakukan koordinasi intensif dengan pengelola Bendungan Perjaya serta Pos Pantau Damarpura yang berada di wilayah OKU Selatan sebagai sumber data utama ketinggian air hulu.
Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan dan data yang diterima, debit air Sungai Komering saat ini masih berada dalam batas ambang normal dan aman, belum menyentuh atau menggenangi kawasan pemukiman warga yang berada di pinggiran sungai. Dari data Pos Pantau Damarpura, tercatat ketinggian air saat ini berada di angka 121,10 crh, jauh di bawah batas siaga banjir yang ditetapkan pada ketinggian 123,00 crh.
Selain kondisi air, personel juga mencatat pola curah hujan di wilayah hukum Polsek Martapura yang mayoritas terjadi pada sore hingga malam hari, sehingga diharapkan warga tetap waspada meski kondisi saat ini terkendali.
Dalam langkah pencegahan, Polsek Martapura telah menginstruksikan personel piket, Unit Intelkam, dan Bhabinkamtibmas untuk terus berkoordinasi dengan perangkat desa, instansi pengelola sungai, dan pihak terkait lainnya. Koordinasi ini bertujuan untuk memantau perkembangan air serta mengantisipasi risiko banjir maupun tanah longsor sewaktu-waktu.
Selain itu, pihak kepolisian juga menghimbau melalui perangkat desa agar masyarakat, khususnya orang tua, selalu mengawasi anak-anak dan berhati-hati saat beraktivitas di pinggiran sungai demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Kapolsek Martapura melaporkan bahwa pemantauan ini akan terus dilakukan secara berkala. Setiap perkembangan kondisi air yang berubah atau mendekati batas siaga akan segera dilaporkan dan disampaikan kepada warga sebagai peringatan dini.
“Kami pastikan pemantauan berjalan terus-menerus demi keselamatan warga. Selama masih dalam batas aman, kami tetap siaga dan mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati,” demikian tertuang dalam laporan kegiatan tersebut.
Seluruh dokumentasi hasil pemantauan telah terlampir bersama laporan ini.