
Martapura – Guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana banjir, personel Polsek Martapura melaksanakan kegiatan pemantauan dan pengawasan terhadap kondisi debit air di sepanjang aliran Sungai Komering, tepatnya di kawasan pemukiman yang berada di tepi sungai dan masuk dalam wilayah tanggung jawab kepolisian setempat. Kegiatan ini dilakukan on Wednesday, 29 April 2026, dimulai pukul 12.00 WIB hingga selesai, dengan titik pengamatan utama berada di daerah Perjaya, Kecamatan Martapura, yang selama ini dikenal sebagai wilayah rawan terkena dampak luapan air.
Pemantauan dipimpin langsung oleh dua orang petugas, yaitu Aipda Kurnain dan Bripka Marselly W. Selama berada di lapangan, mereka mengamati secara langsung keadaan aliran air, mengumpulkan data terkait perubahan ketinggiannya, serta melakukan komunikasi dengan berbagai pihak terkait guna mendapatkan informasi yang akurat dan terkini.
Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa hingga saat ini debit air masih berada dalam batas kewajaran dan belum menimbulkan kekhawatiran. Air sungai belum naik hingga mendekati kawasan tempat tinggal warga, sehingga keadaan di lokasi terpantau aman dan tidak mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat. Selain itu, diketahui bahwa curah hujan di daerah ini umumnya turun pada waktu sore hingga malam hari, sehingga perkembangan kondisi perlu tetap diawasi secara berkelanjutan.
Berdasarkan informasi yang diperoleh melalui koordinasi dengan pengelola Bendungan Perjaya serta data dari pos pengamat di Damarpura, Kabupaten OKU Selatan, ketinggian air saat ini tercatat sebesar 121,40 centimeter dan masih tergolong normal. Dijelaskan pula bahwa batas kewaspadaan baru akan diberlakukan apabila ketinggian air telah mencapai angka 123,00 centimeter, di mana pada titik tersebut wilayah bantaran sungai di Kecamatan Martapura dinyatakan dalam keadaan siap siaga menghadapi kemungkinan terjadinya banjir.
Sebagai langkah pencegahan dan pengamanan, kepolisian setempat telah menetapkan sejumlah kebijakan, di antaranya melakukan pengawasan secara rutin dan berkelanjutan, mempererat kerja sama dengan aparat desa, pengelola sumber daya air, serta instansi lain yang terkait penanganan bencana. Tidak hanya itu, petugas juga menyampaikan pesan dan imbauan kepada warga, khususnya kepada orang tua, agar senantiasa mengawasi anak-anak dan mengingatkan agar tidak bermain atau melakukan aktivitas di tempat berbahaya di sekitar aliran sungai demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Kepolisian menyatakan akan terus mengikuti perkembangan situasi dan segera melaporkan setiap perubahan kondisi yang terjadi, agar langkah-langkah penanganan dapat disesuaikan dengan keadaan di lapangan serta keselamatan dan ketenteraman masyarakat tetap terjaga dengan baik.